Sekali Lagi Memperingati Asyura itu Penting

Oleh: Ismail Amin Perlu diketahui, pada tulisan saya sebelumnya, saya sama sekali tidak menganjurkan mengenang kesyahidan Imam Husain as de...

Oleh: Ismail Amin

Perlu diketahui, pada tulisan saya sebelumnya, saya sama sekali tidak menganjurkan mengenang kesyahidan Imam Husain as dengan meratapi kematiannya, dengan memuliakan tanah Karbala, dengan berdemonstrasi ke jalan-jalan sembari memukul-mukul  pipi, dada dan kepala. Saya hanya menuliskan pentingnya mengenang peristiwa di Karbala karena banyak pelajaran kehidupan di dalamnya.



Saya berterimakasih kepada saudara Ilham Kadir yang telah berbagi ilmu dengan menulis artikel "Keutamaan Muharram dan Keagungan Asyura" yang dimuat di harian ini Jum'at (30/11) yang beliau sebut sebagai tanggapan atas tulisan saya "Revolusi al Husain, Inspirasi yang Tak Pernah Habis" yang dimuat pada harian yang sama Jum'at (23/11). 
Tulisan beliau tersebut saya nilai sebaiknya berdiri sendiri, tanpa memberi embel-embel tanggapan atas tulisan saya, sebab pada esensinya tidak ada dari tulisan saya yang ditanggapi. Beliau hanya sempat menulis pada bagian akhir tulisan, "Jadi ungkapan saudara Ismail Amin bahwa, ‘Kullu yaumin As-Syura, Kullu ardin Karbala’ (semua hari adalah Asyura, semua tempat adalah Karbala) merupakan sebuah ungkapan yang tak berdasar dan mengada-ada" tanpa beliau memberikan alasan mengapa disebutnya demikian. 
Yang beliau tulis hanyalah anjuran puasa Asyura yang tidak ada sangkut pautnya dengan tulisan saya yang beliau sebut sedang ditanggapi. Apa saya menolak keutamaan puasa Asyura dalam tulisan saya itu?.
Hampir semua bagian dari tulisan saya sebelumnya merupakan penjelas mengapa saya menuliskan ungkapan "Semua hari adalah Asyura, semua tempat adalah Karbala", bahwa hari Asyura adalah hari dimana terjadi pertempuran antara tentara kebatilan dengan pasukan keimanan, dan tempat pertempuran tersebut adalah Karbala.

Ungkapan tersebut pada dasarnya bermakna, bahwa setiap hari mesti kita jadikan hari perlawanan terhadap kebatilan dan kezaliman sebagaimana yang pernah terjadi di hari Asyura yang diusung oleh Imam Husain as, Penghulu para syuhada, dan tempat dimanapun kita berpijak harus kita jadikan ibarat Karbala, tempat kebenaran diperjuangkan dan dibela. Lantas dimana letak salahnya ungkapan itu? Kalau dikatakan tidak berdasar dan mengada-ada, apa alasannya?
Sayang hal tersebut tidak diungkap oleh saudara Ilham Kadir sementara tulisan beliau tersebut disebutnya tanggapan atas tulisan saya. 
Sama halnya semboyan para pahlawan yang membebaskan negeri ini dari penjajahan dan ketertindasan dengan menyebut, "Lebih baik mati berkalang tanah, daripada hidup terjajah." Apakah juga hendak dikatakan bahwa ungkapan tersebut tidak berdasar dan mengada-ada hanya karena bukan ayat Al Quran dan juga bukan sabda Nabi Saw?
Perlu diketahui, pada tulisan saya sebelumnya, saya sama sekali tidak menganjurkan mengenang kesyahidan Imam Husain as dengan meratapi kematiannya, dengan memuliakan tanah Karbala, dengan berdemonstrasi ke jalan-jalan sembari memukul-mukul  pipi, dada dan kepala. Saya hanya menuliskan pentingnya mengenang peristiwa di Karbala karena banyak pelajaran kehidupan di dalamnya, karena menginspirasi setiap perjuangan membela agama dan kehormatan sebagai seorang muslim.
Mestinya saudara Ilham Kadir menanggapi poin itu, sepakat tidak bahwa penentangan Imam Husain as pada hari Asyura di hari Karbala itu adalah inspirasi yang tidak pernah habis dalam perjuangan membela kebenaran? 
Kalau tidak sepakat, dari sisi mana tidak sepakatnya? Penanggap malah menyatakan ketidaksepakatannya memperingati Asyura dengan cara melakukan ritual-ritual yang beliau sebut amalan-amalan bid'ah sementara saya sendiri tidak menuliskan apalagi menganjurkan itu dalam tulisan saya.
Kalau memang saudara Ilham Kadir jujur hendak menanggapi tulisan saya itu, semestinya beliau memberikan tanggapan mengapa sampai terjadi peristiwa tragis di Karbala menurut perspektif beliau. Saya telah memberikan pandangan saya, bahwa tragedi Karbala terjadi karena Imam Husain as menolak membaiat Yazid yang dinilainya adalah penguasa yang zalim dan tidak layak menjadi khalifah bagi kaum muslimin. 
Berpedoman pada hadits Nabi yang menyebut Imam Husain as adalah penghulu para syuhada dan terjamin masuk surga, maka tentu apapun yang beliau lakukan adalah amalan-amalan 'surgawi'. Termasuk penentangan beliau terhadap rezim Yazid. Sangat tidak logis, Nabi saw menyebut al Husain pemimpin para pemuda di surga (Lihat Siyar A'lam Nubala [3/282-283]) namun tindakannya di dunia adalah amalan yang bertentangan dengan syariat agama.
Perlu kita kaji juga, mengapa terbunuhnya imam Husain as sampai sedemikian tragis? 
Apa tidak cukup beliau sekedar dibunuh saja (karena dinilai pemberontak) kemudian dimakamkan dengan penuh penghormatan sebagaimana layaknya seorang muslim? Terlebih lagi beliau adalah cucu Nabi, putera dari Imam Ali yang tercatat sebagai diantara sahabat utama Nabi dan Khulafaur Rasyidin. Mengapa kepalanya sampai harus dipenggal dan diperhinakan sedemikian rupa?

Silakan baca riwayat yang ditulis Imam al-Bukhâri dalam kitab Shahihnya nomor 3748. Dari Anas bin Mâlik ra, dia mengatakan, "Kepala Husain dibawa dan didatangkan kepada ‘Ubaidullah bin Ziyâd. Kepala itu ditaruh di bejana. Lalu ‘Ubaidullah bin Ziyâd menusuk-nusuk (dengan pedangnya) seraya berkomentar sedikit tentang ketampanan Husain. Anas ra mengatakan; ‘Diantara Ahlul-Bait, Husain adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah Saw.’ Saat itu, Husain ra disemir rambutnya dengan wasmah (tumbuhan, sejenis pacar yang condong ke warna hitam).’” 
Dalam riwayat ath-Thabrâni rahimahullah dari hadits Zaid bin Arqam ra: “Lalu dia (Ubaidullah bin Ziyad) mulai menusukkan pedang yang di tangannya ke mata dan hidung Husain ra. Aku mengatakan; ‘Angkat pedangmu, sungguh aku pernah melihat mulut Rasulullah (mencium) tempat itu." (sengaja saya menukil dari litetatur Sunni supaya tidak lagi disebut ini adalah kisah-kisah fiktif karangan orang-orang Syiah)
Bagaimana perasaan kita sebagai ummat Islam yang sedemikian besar mencintai Nabi ketika mendengar kisah cucu Nabi diperhinakan sedemikian rupa?. Tulisan "Muhammad" saja yang dijadikan logo sepatu dan ditaruh dibagian telapaknya membuat kaum muslimin sedemikian geram, bagaimana dengan cucu nabi yang jasadnya diinjak-injak dan dilecehkan? 


Rasulullah saw bersabda tentang imam Husain, "al-Husain termasuk bagian dariku dan aku termasuk bagian darinya, Allah akan mencintai siapa saja yang mencintai al-Husain." (HR Tirmidzi dan Ibn Majah). Apakah bentuk kecintaan kepada Imam Husain adalah melupakan peristiwa terbunuhnya dan menganggapnya itu hanyalah kejadian biasa yang tidak ada inspirasi dan pelajaran apapun didalamnya?.
Sekali lagi saya tegaskan, pengungkapan kembali kisah ini sangat diperlukan. Ummat Islam perlu tahu, bahwa sejarah Islam tidak melulu mengisahkan kepahlawanan, keteladan dan kesetiaan namun juga berkisah tentang pengkhianatan, perpecahan dan kemunafikan. Yang membunuh Khalifah Utsman, Imam Ali, Ammar bin Yasir dan Imam Husain adalah orang-orang dari kalangan muslim juga.

Apa alasannya yang perlu kita ceritakan kepada ummat mengenai sejarah Islam hanyalah yang baik-baik dan menutup mata terhadap tragedi berdarah yang terjadi dalam sejarah Islam yang sayangnya justru terjadi pada generasi terbaik ummat ini?. Bukankah itu semua juga terdapat dalam kitab-kitab hadits?. Tidak bisa kita pungkiri, dari mereka kita mendapatkan keteladanan dari mereka pula kita mewarisi perpecahan sampai hari ini.
Ubaidillah bin Ziyad adalah komandan perang yang diangkat Yazid untuk menahan gerak kafilah Imam Husain as menuju Kufah. Meskipun Yazid menyebut Ubaidillah bersalah karena mendalangi terbunuhnya Imam Husain dan menghinakannya, namun Ubaidillah tidak di qhisas dan juga tidak dipecat dari jabatannya. Silahkan dicatat, seseorang yang telah terang-terangan melakukan pengkhianatan dalam Islam, membunuh cucu Nabi dan menghinakan Ahlul Bait nabi, dengan aman tetap berada dalam jajaran petinggi di kerajaan Yazid. 
Dengan kekuasaan, pengaruh dan uang, apa yang tidak bisa dilakukan Ubaidillah untuk merusak agama ini?. Mengenang Asyura selain mengabadikan kepahlawanan dan semangat altruisme Imam Husain, juga untuk membuat ummat ini tetap waspada, bahwa pengkhianatan dan upaya menutupi kebenaran Islam telah terjadi justru hanya berselang 50 tahun dari wafatnya Nabi. Wallahu 'alam Bishshawwab.[sumber: Tribunnews
Oleh;
Ismail Amin
Mahasiswa Mostafa International University Islamic Republic of Iran
loading...
loading...
loading...
Name

"Bunglonisme" Wahabi di Indonesia "Salafi" Merk Yang Diklaim Pedagang Asongan Wahabi [VIDEO] Dianggap sebagai Pentolan Provokator #DAES #Teroris Indonesia 10 WNI Awak Kapal disandera Abu Sayyaf Wahabi Salafi 1000 Militan Wahabi ISIS Tewas dan Sepertiga Mosul Dibebaskan Sejak Operasi Irak 15 Noktah Hitam Penganut Wahabi Salafi 3 Bakal Teroris Surabaya Berpaham Wahabi ISIS Ada 12 Yayasan Salafi–Wahabi Penebar Teror Ada Unsur Radikalisme Wahabi dalam Buku TK di Depok Afrika Agama Agama dan Aliran Agama Intoleransi Ahlusunnah Ahmad Dhani Dipecat dari Lesbumi NU Ajaran Wahabi Tidak Didukung Argumentasi Syariat dan Logika yang Kuat Aksi 212 Dalam Sorotan Media Asing Aksi Demo 4 November Digerakkan oleh Pentolan Wahabi Aksi Demo Berubah Menjadi Aksi Ibadah: Aparat Terlebih Dulu Menciduk Sejumlah Tokoh Diduga ProvokatorSehingga Aliran Sesat Wahabi dan Ulama Sunni Amerika Analisa Menarik Tentang Ditangkapnya Beberapa Tokoh Pergerakan Politik Terduga Makar Analisis anti toleransi Aqidah Artis Ashabul Fitnah dan Kehancuran Sebuah Bangsa Bahaya Laten Wahabi Yang didanai Langsung Arab Saudi Bangladesh Belanda Belanda Melarang Penggunaan Burka ala Wahabi Taliban BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? Berita Berkeliling Dunia Tanpa Kompas Kaum Wahabi Salafi Kebingungan Budha Cek Kosong Klaim Wahabi Saudi Sebagai Pemberantas Terorisme China dan Realitas Denny Siregar DIALOG ANTARA SYEIKH DR. RAMADHAN AL-BUTI DENGAN SYEIKH ALBANI Dialog Wahabi Membantah Allah Diduga 9 Provokator Kerusuhan Penjaringan adalah Anggota Wahabi ISIS Dina Y Sulaiman Doktrin amp; Ajaran Wahabi adalah Bibit Radikalisme Dugaan Bantuan Dana Ketua GNPF MUI ke Suriah Diselidiki Polisi Dunia Editorial embargo senjata bagi Arab Saudi Erdogan Gali Lubang Dia Sendiri Yang Akan Terperosok Eropa FATWA MUI Fatwa Ulama Wahabi Saudi tidak kredibel Fatwa Wahabi Filipina dan Malaysia Filipina Selatan Bakal Jadi 'Rumah Baru' Wahabi ISIS Fitna_Wahabi FPI Gus Mus Hakikat Wahabisme HANYA DOA KEBURUKAN BAGI WAHABI MATI YANG AKAN SAMPAI HANYA DOA KEBURUKAN BAGI WAHABI SALAFI MATI YANG AKAN SAMPAI Hikmah Hindu History Hizbi Wahabi berbahaya hti Humor Politik Idealitas Indonesia Info Menarik Inggris Inspiratif Invasi Saudi ke Yaman Irak Iran Isis ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Afghanistan Isis telah mencuci otak ribuan anak-anak suku Ayzidi Ismail Amin Iwan yang Terkait Jaringan Wahabi Bom Thamrin Dihukum 2 Tahun Penjara Jerman Mewanti Ke Raja Wahabi Arab Saudi Jihad Nikah Jebakan Sesat Wahabisme Jonru Jurnalis AS Bongkar Kejahatan Saudi Wahabi di Kawasan Kajian Wahabi Kaum Wahabi = Salafi..??? Kedatangan Mufti al-Azhar merupakan hadiah terindah bagi Indonesia Kejumudan Akal Pondasi Maraknya Ideologi Takfiri Kekejaman ISIS Kekerasan dan Terorisme Produk Pemikiran Wahabi Saudi Kematian Mengintai dari Langit amp; Bawah Tanah di Yaman Kesalahan dan Kekalahan Strategis Wahabi Saudi di Yaman Kesehatan Ketakutan Gerindra Dengan Ditangkapnya Sejumlah Tokoh Terduga Makar Khilafah Khilafah; Fosil Kegagalan Romantisme Atasnama Demokrasi ala Islam Kitab Risalah Aswaja NU di rusak Wahabi Konspirasi Saudi-Israel Untuk Membantai Yaman Kristen Kuwait Kyai Said Aqil Tegaskan NU Tak Akan Diam Sikapi Islam Radikal Libanon Libya MABES POLRI AKAN TELUSURI ALIRAN DANA 100 MILIYAR UNTUK AKSI 411 Malaysia Maroko Melalui Al Hijr Ayat 9 Panglima TNI Ingatkan Umat Bahwa Allah Yang Menjaga Al Qur'an Melawan_Lupa Memecah Persatuan Muslim Mendukung Terorisme Mengapa ISIS Tidak Perangi Israel? Mengapa Israel Terbakar? Mengerikan Teroris Majalengka Berhalauan Wahabi Salafi Punya Laboratorium Bikin Bahan Peledak dengan Kekuatan 3 kali daya ledak bom Bali Menilik Berbagai Aspek Kehadiran ISIS di Irak dan Suriah Mereka yang dituduh menista Agama dinyatakan Bebas Mesir Mewaspadai dan Mengenal Penyimpangan Ustadz Farid Ahmad Okbah Mufti Saudi: Wahabisme Harus Disebarkan di Seluruh Dunia Muhammad bin Abdul Wahhab muhammadiyah Muhsin Labib MUI Nahdlatul Ulama Nasionalisme Nigeria Noam Chomsky: Terorisme Lahir dari Wahabisme NU NU Kecam Sikap Senator Australia Terkait Imigran Muslim NU Minta Pemerintah Lindungi Kebebasan Beragama Opini amp; Perspektif Opini/Perspektif Palestina Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang Untuk Menghormati Fidel Castro Pandangan Sunni Kontemporer tentang Wahabi Salafi Panglima TNI Pertanyakan Aksi Damai 2 Desember Panglima TNI: Jika Kalian Makar Maka Kami Siap Jihad Bela NKRI PBNU Minta Pemerintah Bubarkan Ormas yang Bertentangan dengan 4 Pilar Negara PBNU Minta Pemerintah Tegas Kepada Myanmar Perihal Rohingya Pedagang Asongan Agama Pejabat Publik Pembaharu? Pemurni? Ataukah Duri? Pembantaian Massal di Thaif oleh Wahabi Pemerintah Tengah Melakukan Pendataan Terkait Ormas Pengakuan Ulama Salafi atas Kekerasan Seksual di kalangan Pelajar di Saudi Penggunaan Medsos yang Bijak Harus Disertai Edukasi Pemerintah Penghayat Kepercayaan Perampokan dan Penaklukan Mekah dan Madinah oleh Wahabi Perancis Peringatan Asyura Politik Presiden Ajak Muslimat NU Jaga Keragaman Bangsa Presiden Filipina: Wahabi ISIS Ingin Bangun Kekhalifahan di Indonesia PROFESIONAL KACUNG Radikalisasi Kampus Radikalisme Refleksi Renungan Resensi Buku Ridwan Kholidi Rusia salafi Saleh Lapadi Sangsi Arab Saudi Santoso Dikabarkan Mati Sarapan Wahabi Sarapan Wahabi: Pemuda yang aktif main di Internet Saudi Sejarah Sosok Ibnu Taimiyah dan pemikirannya Spesial dari Nabi Agung Untuk Wahabi Salafi Sulaiman Djaya Sumanto Al Qurtuby Surat Protes Suriah Syaikh al-Azhar berkunjung syiah Syiah Sesat Tauhid Rasa Wahabi Teologi penebar Intoleransi terorisme Terorisme Belgia Testimoni Tiada Kompromi Bagi Teroris Tokoh Tokoh Aswaja Tony Cartalucci Tujuan Kehadiran Wahabi Turki ULAMA SENIOR WAHABI BOLEHKAN MAULID DAN TIDAK BID'AH. Umar Patek Uni Eropa USA Ust Abu Janda Al-Boliwudi Ustadz Wahabi ditolak Warga Dayak Video Video Darurat Wahabi wahabi Wahabi adalah rayap bagi NKRI yang berbhinnekaan Wahabi Buka Dulu Topengmu Wahabi ISIS dan Perbudakan Perempuan Wahabi mengira Qur'an ajarkan perang amp; kekerasan Wahabi Najd Firqah Neo Khawarij Akhir Zaman Yang Terpecah Belah Wahabi Ngaku Salafi Wahabi Salafi adalah buah cinta perselingkuhan Saudi dan Israel Wahabi Salafi Santoso Mati wahabisme Wahabisme di Indonesia walikota bogor dihukum Yaman Yayasan Satu Keadilan Zain oul Mottaqin Ahmed
false
ltr
item
manhajsalafi.com: Sekali Lagi Memperingati Asyura itu Penting
Sekali Lagi Memperingati Asyura itu Penting
https://daruratwahabi.com/wp-content/uploads/2015/11/krbl-1.jpg
manhajsalafi.com
http://www.manhajsalafi.com/2015/11/sekali-lagi-memperingati-asyura-itu_24.html
http://www.manhajsalafi.com/
http://www.manhajsalafi.com/
http://www.manhajsalafi.com/2015/11/sekali-lagi-memperingati-asyura-itu_24.html
true
554198534603770736
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy