Konspirasi Saudi-Israel Untuk Membantai Yaman

Arab Saudi melancarkan agresi militer di Yaman sejak 26 Maret 2015 lalu hingga kini. Pada awalnya, rezim Al Saud mengklaim serangan yang dil...

Arab Saudi melancarkan agresi militer di Yaman sejak 26 Maret 2015 lalu hingga kini. Pada awalnya, rezim Al Saud mengklaim serangan yang dilancarkan terhadap negara tetangganya itu didukung oleh 10 negara sekutunya.Tapi klaim tersebut tidak terbukti. Sebab, negara-negara yang disebut-sebut termasuk dalam koalisi internasional anti-Yaman tidak membantu Riyadh.


Rezim Al Saud tidak mendapat dukungan dari Pakistan dan Turki, padahal kedua negara tersebut sangat diharapkan akan memasok tentara untuk membantu Arab Saudi dalam perang di Yaman. Dukungan delapan negara lain pun semakin pudar. Akhirnya, Arab Saudi mengulurkan tangannya meminta bantuan Israel. Media dan pejabat sejumlah negara membenarkan keterlibatan militer rezim Zionis dalam perang yang dilancarkan Arab Saudi di Yaman. Kerjasama Riyadh-Tel Aviv dalam bentuk pengiriman jet tempur dan pilot Israel serta intelejen rezim Zionis yang dikerahkan di Yaman untuk membantu Saudi.

Situs Veteran Today menyoroti keterlibatan jet-jet tempur Israel dalam perang di Yaman. Situs yang mengkaji masalah militer AS ini menulis, F-16 yang hancur di Yaman beberapa waktu lalu adalah milik Israel. Pakar militer Yaman yang melakukan penyelidikan terhadap kepingan jet tempur yang hancur itu menyatakan pesawat tempur tersebut milik Israel, dan hingga kini tidak pernah diserahkan kepada satu negara Arab, bahkan kepada Arab Saudi sekalipun.

Veteran Today menjelaskan bahwa F-16 yang hancur tersebut kemungkinan termasuk 50 jet tempur yang diserahkan AS kepada Israel di era presiden Bill Clinton. Kerjasama intelejen antara Israel dan Arab Saudi juga menjadi bagian dari koalisi Tel Aviv dan Riyadh dalam perang di Yaman. Beberapa waktu lalu, putra mahkota Arab Saudi, pangeran Muhammad bin Nayef mengunjungi Israel yang menunjukkan perubahan fundamental kebijakan Arab Saudi terhadap Israel.

Pertanyaan penting yang muncul adalah mengapa Arab Saudi yang mengklaim sebagai pemimpin dunia Islam dan tuan rumah Haramain justru membantai sesama Muslim di Yaman dengan meminta bantuan Israel ? Menjawab pertanyaan tersebut harus dikaji dalam kerangka "kontradiksi identitas" Al Saud terhadap Republik Islam Iran, dan peran Barat sebagai mediator antara Israel dan Arab Saudi.

Arab Saudi dan Iran selain memiliki kesamaan dari karakteristik agama dan budaya, juga memiliki kontradiksi identitas. Selama ini Arab Saudi termasuk pionir pendukung kebijakan AS di kawasan. Tapi sebaliknya, Iran justru menjadi penentang hegemoni Washington. Para analis menilai kontradiksi tersebut menyebabkan rezim Riyadh dirugikan dari sisi perimbangan kekuatan di kawasan yang dipandang menguntungkan Tehran.

Gerakan perlawanan Islam yang terjadi di berbagai negara kawasan merupakan salah satu faktor utama serangan Arab Saudi di Yaman, dan sebelumnya Riyadh mengirim pasukan ke Bahrain untuk membantu rezim Al Khalifa memberangus protes damai rakyat negara Arab itu.

Berdasarkan kontradiksi identitas ini, rezim Al Saud selama bertahun-tahun melancarkan tudingan intervensi Iran di Bahrain dan kini di Yaman.Tudingan infaktual ini berulangkali dibantah oleh para pejabat Republik Islam Iran. Rezim Al Saud yang mengetahui permusuhan antara Iran dan Israel meminta bantuan Tel Aviv untuk menyerang Yaman.

Kerjasama antara Israel dan Arab Saudi meluas hingga masalah nuklir Iran. Terkait hal ini koran Jerusalem Post menulis, "Chanel 2 televisi Israel memberitakan para pejabat Arab Saudi dalam pertemuan dengan pejabat Eropa menyatakan kesiapannya berpartisipasi dalam serangan militer Israel ke instalasi nuklir Iran". Koran Zionis ini melanjutkan,"[Pejabat] Saudi dalam pertemuan khusus dengan Eropa menyatakan akan mengizinkan jet tempur Israel terbang di zona udara Arab Saudi dan bekerjasama dengan Israel dalam serangan militer ke Iran".

Faktor lain yang menyebabkan semakin mesranya hubungan Israel dan Arab Saudi selama beberapa tahun terakhir, terutama dalam perang di Yaman adalah posisi Riyadh dan Tel Aviv sebagai dua poros Barat dan sekutu utama Barat di kawasan Timur Tengah. Rezim Riyadh menjadi eksekutor perang menjalankan skenario Barat di Timur Tengah. Relasi Israel dengan negara-negara Barat, terutama AS termasuk hubungan yang paling erat. Oleh karena itu friksi jangka pendek yang terjadi di antara mereka tidak akan membuyarkan hubungan mesra tersebut.

Yakov Hadas Handelsman, mantan dirjen kementerian luar negeri rezim Zionis melaporkan hubungan hangat Israel dan negara-negara Arab di kawasan Teluk Persia. Handelsman menulis, "Negara-negara Arab di kawasan yang memahami hubungan dekat Israel dengan AS, mempercayai peran Israel dan mereka percaya Israel bisa melawan Iran,".

Ketika Arab Saudi tidak bisa menarik dukungan dari Pakistan dan Turki dalam perang di Yaman, dengan mudah Riyadh menjalin kerjasama militer dan intelejen dengan Israel. Dukungan Tel Aviv terhadap rezim Al Saud bisa mengisi kebutuhan pilot dalam perang di Yaman.

Pertanyaan lain yang muncul, apa motif dukungan Israel terhadap Arab Saudi dalam perang di Yaman ? Setidaknya terdapat dua alasan penting yaitu legitimasi Riyadh terhadap rezim Zionis, dan upaya Israel untuk membersihkan citranya sebagai rezim pembantai anak-anak di dunia, terutama di kalangan negara-negara Arab.

Salah satu masalah penting bagi Tel Aviv adalah pengakuan terhadap legitimasi Israel dari negara-negara Islam. Meskipun demikian, Israel telah menjalin hubungan tidak resmi dengan sejumlah negara Islam. Bahkan hingga tahun 2008, Israel memiliki kantor perwakilan dagang resminya di Qatar.Tapi tidak ada negara Islam yang menempatkan duta besarnya di Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan rezim Zionis. Arab Saudi mendesak pemerintah Qatar menutup kantor perwakilan dagangnya sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina. Tapi Qatar hingga tahun 2008 tidak menutup kantor perwakilan dagang Israel di Doha. Kini, Israel berupaya meraih legitimasi dari negara-negara Islam dengan mendukung Arab Saudi dalam perang di Yaman.

Motif lain dari dukungan Israel terhadap Arab Saudi dalam perang di Yaman untuk membersihkan citranya yang tercoreng sebagai pembantai anak-anak. Agresi militer yang dilancarkan rezim Zionis dalam perang di Gaza tahun lalu menyebabkan ribuan orang Palestina tewas dan cidera. Sebagian korban adalah anak-anak dan perempuan serta orang lanjut usia. Media dunia Islam menyebut Israel sebagai rezim pembantai anak-anak.

Kini, media-media Israel menyatakan bahwa rezim Zionis bukan satu-satunya yang melakukan tindakan tersebut. Sebab saat ini Arab Saudi melakukan hal serupa dengan membantai anak-anak Yaman. Media Israel menegaskan, ketika Arab Saudi sebagai negara Muslim dan mengklaim sebagai pemimpin dan pusat dunia Islam menyerang Yaman yang menyebabkan tewas dan cideranya anak-anak, maka dosa Israel lebih kecil dari Saudi.

Pasca agresi militer rezim Zionis di Gaza tahun 2014, sejumlah komandan Israel mengungkapkan kerjasama rahasia negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi dengan rezim Zionis dalam perang tersebut. Tapi dengan terjadinya perang Yaman, kerjasama sembunyi-sembunyi tersebut menjadi terang-benderang bagi publik dunia. Saking jelasnya, sejumlah media memberitakan kunjungan pangeran Muhammad bin Nayef ke Tel Aviv.

Tampaknya kerjasama Israel dan Arab Saudi dalam jangka pendek dan jangka panjang lebih menguntungkan Tel Aviv dari pada Riyadh. Hingga kini dukungan Israel terhadap Arab Saudi dalam perang di Yaman tidak menjadikan rezim Al Saud sebagai pemenang perang. Tapi Israel telah meraih tujuannya dengan mendapat legitimasi dari Al Saud dan relatif bisa membersihkan noda darah di wajahnya dalam perang Gaza dan Lebanon.

Dengan mengulurkan tangan kepada Tel Aviv untuk membantai sesama Muslim dan menghancurkan negara tetangganya sendiri, Arab Saudi telah melakukan "kesalahan strategis" yang fatal. Benar kiranya, tidak ada musuh dan teman abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. Kiranya itu yang dianut rezim Al Saud. Tapi jangan lupa, darah yang tumpah di Gaza dan pembantaian yang dilakukan Israel terhadap Palestina tidak akan bisa dibersihkan dengan pengakuan Riyadh, sebab dunia Islam bukan hanya Arab Saudi.
loading...
loading...
loading...
Name

"Bunglonisme" Wahabi di Indonesia "Salafi" Merk Yang Diklaim Pedagang Asongan Wahabi [VIDEO] Dianggap sebagai Pentolan Provokator #DAES #Teroris Indonesia 10 WNI Awak Kapal disandera Abu Sayyaf Wahabi Salafi 1000 Militan Wahabi ISIS Tewas dan Sepertiga Mosul Dibebaskan Sejak Operasi Irak 15 Noktah Hitam Penganut Wahabi Salafi 3 Bakal Teroris Surabaya Berpaham Wahabi ISIS Ada 12 Yayasan Salafi–Wahabi Penebar Teror Ada Unsur Radikalisme Wahabi dalam Buku TK di Depok Afrika Agama Agama dan Aliran Agama Intoleransi Ahlusunnah Ahmad Dhani Dipecat dari Lesbumi NU Ajaran Wahabi Tidak Didukung Argumentasi Syariat dan Logika yang Kuat Aksi 212 Dalam Sorotan Media Asing Aksi Demo 4 November Digerakkan oleh Pentolan Wahabi Aksi Demo Berubah Menjadi Aksi Ibadah: Aparat Terlebih Dulu Menciduk Sejumlah Tokoh Diduga ProvokatorSehingga Aliran Sesat Wahabi dan Ulama Sunni Amerika Analisa Menarik Tentang Ditangkapnya Beberapa Tokoh Pergerakan Politik Terduga Makar Analisis anti toleransi Aqidah Artis Ashabul Fitnah dan Kehancuran Sebuah Bangsa Bahaya Laten Wahabi Yang didanai Langsung Arab Saudi Bangladesh Belanda Belanda Melarang Penggunaan Burka ala Wahabi Taliban BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? Berita Berkeliling Dunia Tanpa Kompas Kaum Wahabi Salafi Kebingungan Budha Cek Kosong Klaim Wahabi Saudi Sebagai Pemberantas Terorisme China dan Realitas Denny Siregar DIALOG ANTARA SYEIKH DR. RAMADHAN AL-BUTI DENGAN SYEIKH ALBANI Dialog Wahabi Membantah Allah Diduga 9 Provokator Kerusuhan Penjaringan adalah Anggota Wahabi ISIS Dina Y Sulaiman Doktrin amp; Ajaran Wahabi adalah Bibit Radikalisme Dugaan Bantuan Dana Ketua GNPF MUI ke Suriah Diselidiki Polisi Dunia Editorial embargo senjata bagi Arab Saudi Erdogan Gali Lubang Dia Sendiri Yang Akan Terperosok Eropa FATWA MUI Fatwa Ulama Wahabi Saudi tidak kredibel Fatwa Wahabi Filipina dan Malaysia Filipina Selatan Bakal Jadi 'Rumah Baru' Wahabi ISIS Fitna_Wahabi FPI Gus Mus Hakikat Wahabisme HANYA DOA KEBURUKAN BAGI WAHABI MATI YANG AKAN SAMPAI HANYA DOA KEBURUKAN BAGI WAHABI SALAFI MATI YANG AKAN SAMPAI Hikmah Hindu History Hizbi Wahabi berbahaya hti Humor Politik Idealitas Indonesia Info Menarik Inggris Inspiratif Invasi Saudi ke Yaman Irak Iran Isis ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Afghanistan Isis telah mencuci otak ribuan anak-anak suku Ayzidi Ismail Amin Iwan yang Terkait Jaringan Wahabi Bom Thamrin Dihukum 2 Tahun Penjara Jerman Mewanti Ke Raja Wahabi Arab Saudi Jihad Nikah Jebakan Sesat Wahabisme Jonru Jurnalis AS Bongkar Kejahatan Saudi Wahabi di Kawasan Kajian Wahabi Kaum Wahabi = Salafi..??? Kedatangan Mufti al-Azhar merupakan hadiah terindah bagi Indonesia Kejumudan Akal Pondasi Maraknya Ideologi Takfiri Kekejaman ISIS Kekerasan dan Terorisme Produk Pemikiran Wahabi Saudi Kematian Mengintai dari Langit amp; Bawah Tanah di Yaman Kesalahan dan Kekalahan Strategis Wahabi Saudi di Yaman Kesehatan Ketakutan Gerindra Dengan Ditangkapnya Sejumlah Tokoh Terduga Makar Khilafah Khilafah; Fosil Kegagalan Romantisme Atasnama Demokrasi ala Islam Kitab Risalah Aswaja NU di rusak Wahabi Konspirasi Saudi-Israel Untuk Membantai Yaman Kristen Kuwait Kyai Said Aqil Tegaskan NU Tak Akan Diam Sikapi Islam Radikal Libanon Libya MABES POLRI AKAN TELUSURI ALIRAN DANA 100 MILIYAR UNTUK AKSI 411 Malaysia Maroko Melalui Al Hijr Ayat 9 Panglima TNI Ingatkan Umat Bahwa Allah Yang Menjaga Al Qur'an Melawan_Lupa Memecah Persatuan Muslim Mendukung Terorisme Mengapa ISIS Tidak Perangi Israel? Mengapa Israel Terbakar? Mengerikan Teroris Majalengka Berhalauan Wahabi Salafi Punya Laboratorium Bikin Bahan Peledak dengan Kekuatan 3 kali daya ledak bom Bali Menilik Berbagai Aspek Kehadiran ISIS di Irak dan Suriah Mereka yang dituduh menista Agama dinyatakan Bebas Mesir Mewaspadai dan Mengenal Penyimpangan Ustadz Farid Ahmad Okbah Mufti Saudi: Wahabisme Harus Disebarkan di Seluruh Dunia Muhammad bin Abdul Wahhab muhammadiyah Muhsin Labib MUI Nahdlatul Ulama Nasionalisme Nigeria Noam Chomsky: Terorisme Lahir dari Wahabisme NU NU Kecam Sikap Senator Australia Terkait Imigran Muslim NU Minta Pemerintah Lindungi Kebebasan Beragama Opini amp; Perspektif Opini/Perspektif Palestina Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang Untuk Menghormati Fidel Castro Pandangan Sunni Kontemporer tentang Wahabi Salafi Panglima TNI Pertanyakan Aksi Damai 2 Desember Panglima TNI: Jika Kalian Makar Maka Kami Siap Jihad Bela NKRI PBNU Minta Pemerintah Bubarkan Ormas yang Bertentangan dengan 4 Pilar Negara PBNU Minta Pemerintah Tegas Kepada Myanmar Perihal Rohingya Pedagang Asongan Agama Pejabat Publik Pembaharu? Pemurni? Ataukah Duri? Pembantaian Massal di Thaif oleh Wahabi Pemerintah Tengah Melakukan Pendataan Terkait Ormas Pengakuan Ulama Salafi atas Kekerasan Seksual di kalangan Pelajar di Saudi Penggunaan Medsos yang Bijak Harus Disertai Edukasi Pemerintah Penghayat Kepercayaan Perampokan dan Penaklukan Mekah dan Madinah oleh Wahabi Perancis Peringatan Asyura Politik Presiden Ajak Muslimat NU Jaga Keragaman Bangsa Presiden Filipina: Wahabi ISIS Ingin Bangun Kekhalifahan di Indonesia PROFESIONAL KACUNG Radikalisasi Kampus Radikalisme Refleksi Renungan Resensi Buku Ridwan Kholidi Rusia salafi Saleh Lapadi Sangsi Arab Saudi Santoso Dikabarkan Mati Sarapan Wahabi Sarapan Wahabi: Pemuda yang aktif main di Internet Saudi Sejarah Sosok Ibnu Taimiyah dan pemikirannya Spesial dari Nabi Agung Untuk Wahabi Salafi Sulaiman Djaya Sumanto Al Qurtuby Surat Protes Suriah Syaikh al-Azhar berkunjung syiah Syiah Sesat Tauhid Rasa Wahabi Teologi penebar Intoleransi terorisme Terorisme Belgia Testimoni Tiada Kompromi Bagi Teroris Tokoh Tokoh Aswaja Tony Cartalucci Tujuan Kehadiran Wahabi Turki ULAMA SENIOR WAHABI BOLEHKAN MAULID DAN TIDAK BID'AH. Umar Patek Uni Eropa USA Ust Abu Janda Al-Boliwudi Ustadz Wahabi ditolak Warga Dayak Video Video Darurat Wahabi wahabi Wahabi adalah rayap bagi NKRI yang berbhinnekaan Wahabi Buka Dulu Topengmu Wahabi ISIS dan Perbudakan Perempuan Wahabi mengira Qur'an ajarkan perang amp; kekerasan Wahabi Najd Firqah Neo Khawarij Akhir Zaman Yang Terpecah Belah Wahabi Ngaku Salafi Wahabi Salafi adalah buah cinta perselingkuhan Saudi dan Israel Wahabi Salafi Santoso Mati wahabisme Wahabisme di Indonesia walikota bogor dihukum Yaman Yayasan Satu Keadilan Zain oul Mottaqin Ahmed
false
ltr
item
manhajsalafi.com: Konspirasi Saudi-Israel Untuk Membantai Yaman
Konspirasi Saudi-Israel Untuk Membantai Yaman
manhajsalafi.com
http://www.manhajsalafi.com/2016/07/konspirasi-saudi-israel-untuk-membantai.html
http://www.manhajsalafi.com/
http://www.manhajsalafi.com/
http://www.manhajsalafi.com/2016/07/konspirasi-saudi-israel-untuk-membantai.html
true
554198534603770736
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy