Proyek Gelap Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Saudi

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, yang lebih akrab dipanggil sebagai Aher, bukan anak kecil di dunia politik. Dia lama menempa dan memban...




Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, yang lebih akrab dipanggil sebagai Aher, bukan anak kecil di dunia politik. Dia lama menempa dan membangun diri di pergerakan 'tarbiah' sebelum kemudian banting stir lantaran kesemsem dengan hinggar bingar dunia politik. Dia berhasil. Takdir mengantarnya bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera sejak awal, saat partai masih masih menggusung nama Partai Keadilan (PK).

Kemudian, pemilihan umum gubernur pada 2008 mengantarnya sebagai orang nomer satu diJawa Barat. Selama enam tahun, dia, yang merupakan "kader unggulan" partai, berhasil memborong penghargaan dari negara. Bukan satu. Tapi 150 penghargaan bergengsi dari pemerintah. Bahkan pada 2015, Jawa Barat berhasil meraih penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara untuk yang kelima kalinya.

Tidak sampai disitu, Aher pada 2011 dinobatkan sebagai tokoh perubahan oleh sebuah media cetak nasional. Setahun kemudian, pada 2012, dia mencalonkan diri dan kembali terpilih sebagai Gubernur dengan didampingi Deddy Mizwar. Inilah segudang 'prestasi' yang mampu memoncerkan nama partainya yang sempat babak belur lantaran orang-orangnya terbabit skandal seks dan korupsi.

Beberapa pekan lalu, beredar rekaman video di jejaring sosial Whatsapp yang berisi percakapan orang nomer satu se-Jawa Barat itu. Dalam video, terlihat Aher sedang duduk di lantai bersama beberapa warga Indonesia dan sejumlah orang asing yang berbicara dalam bahasa Arab. Di sebelah kanan Aher, duduk seorang ulama dengan pakaian khas Arab Saudi yang oleh Aher disapa "Syeikh"; menunjukkan seorang ulama dan orang penting. Posisi duduk sang ulama lebih tinggi lantaran dia duduk di kursi.

Persoalannya bukan soal pertemuan itu. Tapi lantaran Aher berbicara ke ulama itu tentang sesuatu yang merujuk pada data dan informasi yang dianggap rahasia. Ini jelas tak patut dilakukan oleh seorang pejabat negara.

Sejauh ini, media dan publik menanggapi percakapan Aher itu dengan dingin, seolah tidak ada sesuatu yang rahasia. Pun aparat penegak hukum diam dengan persoalan ini.

Setidaknya ada beberapa point penting yang dibicarakan Aher.

Pertama, dia menyebut, "Orang-orang Syiah kelihatan kuat dalam kelemahannya. Mereka menjadi kuat, karena kita lemah. Kalau kita kuat, maka otomatis mereka menjadi lemah." Pernyataan ini adalah penyalahgunaan jabatan sebagai pejabat negara yang wadul dihadapan warga negara asing tentang suatu yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kebijakan Republik Indonesia. Ini adalah fakta yang menunjukkan Aher menjual informasi kepada orang asing dengan cara merusak kebijakan luar negeri Indonesia yang berpijak pada prinsip bebas aktif.

Kedua, terkait pernyataannya: "Kami sekarang sudah membangun pesantren besar di Subang dan Sukabumi, dan segera di Garut. Nantinya, sebagai pemerintah, kami ingin membangun 30 pesantren lagi.” Di sini jelas, Aher memberikan laporan ke orang asing soal kegiatannya di Indonesia dan yang seperti ini biasanya hanya dilakukan oleh seorang agen intelijen.

Ketiga, dia menyebut bahwa terdapat tiga ribu pelajar Indonesia yang mendapatkan beasiswa di Iran. Jika saja informasi ini benar adanya, lalu dengan tujuan apa hal ini disampaikan Aher ke orang tidak semestinya berhak mendapatkan informasi, dalam hal ini adalah orang asing?

Keempat, dia juga meminta kepada Saudi untuk memberikan beasiswa sama dengan yang, menurutnya, diberikan Iran ke pelajar Indonesia. Di sini, dia seolah melupakan tsunami dana dan ribuan warga Indonesia yang saat ini mengaji ajaran Wahabi di Arab Saudi.



Sebab, masalahnya, dan ini besar, menyangkut perkara jual beli intelijen Indonesia keluar dari ranah teritorial NKRI ke pihak asing yang dilakukan oleh seorang pejabat negara, dengan atau tanpa imbalan sekalipun. Pemberian data dan informasi intelijen dalam negeri untuk luar negeri adalah tindakan intelijen, sementara Aher tidak berhak dan tidak berwenang memberikan data dan informasi tersebut ke pihak asing.

Maka, jelas, Aher dalam hal ini sudah melampaui wewenang dan jabatan yang dimilikinya, dan sudah semestinya harus dianggap sebagai pengkhianatan pada Republik. Dan sekali lagi Aher, menunjukkan dirinya kepada publik sebagai agen asing yang berkedok sebagai gubernur. Atau bisa jadi lebih jauh; partai yang dia wakili berfungsi sebagai pencetak agen asing untuk menjaga kepentingan asing di Indonesia.

Polisi harus menyelidiki perkara jual beli intelijen ini. Semuan perkaranya harus kelar. Sebab orang akan bertanya: atas dasar apa Aher melaporkan data dan informasi dalam negeri kepada pihak asing yang "seolah" bertanggungjawab atas perkara di Indonesia? Atau Aher mungkin sedang pamer kekuatan dana partau yang mesti diketahui orang banyak?

Seseorang juga nampaknya perlu memberi kuliah singkat ke Aher seputar kontra intelijen. Sebab laporan Aher dalam video itu seolah mengisyaratkan penduduk Indonesia belum pernah tahu ihwal banjir dana bantuan Saudi untuk Indonesia.

Sisi lain, muslim Syiah di Indonesia, sudah tidak semestinya berdiam diri dan membiarkan perkara ini tanpa sikap. Muslim Syiah Indonesia sudah semestinya memperkarakan fitnah besar ini kepada pihak berwenang. Sebab komunitas Syiah dijadikan Aher, sebagai proyek gelap dan lebih-lebih hal ini diwadulkan kepada pihak asing. Minimal sikap komunitas untuk mencegah Bangsa Indonesia dari “obok obok “ asing melalui tangan gubernur Aher yang berperan sebagai corong Saudi Arabia untuk memicu intoleransi dan perpecahan di tubuh NKRI.

Komunitas muslim Syiah juga sudah semustinya terlibat penyelidikan, mencari tahu potensi jual beli informasi dan data Aher itu dapat merusak integritas negara, dan kemudian mengambil sikap bijaksana. Paling minimalnya adalah mengajukan ke komnas HAM untuk penyelidikan lebih lanjut soal proyek gelap Aher ini dengan seksama.

Sikap intoleransi Aher sangat jelas, sulit dibiarkan tanpa tindakan, karena jual beli data dan informasi itu benar-benar berpotensi besar merusak hubungan baik antara Indonesia dan Iran.[Islam Times]

Tag: #Aher, #Proyek gelap
Name

"Bunglonisme" Wahabi di Indonesia "Salafi" Merk Yang Diklaim Pedagang Asongan Wahabi [VIDEO] Dianggap sebagai Pentolan Provokator #DAES #Teroris Indonesia 10 WNI Awak Kapal disandera Abu Sayyaf Wahabi Salafi 1000 Militan Wahabi ISIS Tewas dan Sepertiga Mosul Dibebaskan Sejak Operasi Irak 15 Noktah Hitam Penganut Wahabi Salafi 3 Bakal Teroris Surabaya Berpaham Wahabi ISIS Ada 12 Yayasan Salafi–Wahabi Penebar Teror Ada Unsur Radikalisme Wahabi dalam Buku TK di Depok Afrika Agama Agama dan Aliran agama intoleran Agama Intoleransi agen toleransi Ahlusunnah Ahmad Dhani Dipecat dari Lesbumi NU ahmadiyah ajaran islam Ajaran Wahabi Tidak Didukung Argumentasi Syariat dan Logika yang Kuat Aksi 212 Dalam Sorotan Media Asing Aksi Demo 4 November Digerakkan oleh Pentolan Wahabi Aksi Demo Berubah Menjadi Aksi Ibadah: Aparat Terlebih Dulu Menciduk Sejumlah Tokoh Diduga ProvokatorSehingga Al-Qaeda aliran kepercayaan Aliran Sesat Wahabi dan Ulama Sunni Amerika Analisa Menarik Tentang Ditangkapnya Beberapa Tokoh Pergerakan Politik Terduga Makar Analisis anti toleransi Aqidah Artis Ashabul Fitnah dan Kehancuran Sebuah Bangsa bahaya laten ISIS Bahaya Laten Wahabi Yang didanai Langsung Arab Saudi Bangladesh Belanda Belanda Melarang Penggunaan Burka ala Wahabi Taliban BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? Berita Berkeliling Dunia Tanpa Kompas Kaum Wahabi Salafi Kebingungan bom bunuh diri Budha cahaya Muhammad Cek Kosong Klaim Wahabi Saudi Sebagai Pemberantas Terorisme China dan Realitas dekat dengan Nabi Denny Siregar DIALOG ANTARA SYEIKH DR. RAMADHAN AL-BUTI DENGAN SYEIKH ALBANI Dialog Wahabi Membantah Allah Diduga 9 Provokator Kerusuhan Penjaringan adalah Anggota Wahabi ISIS Dina Y Sulaiman Doktrin amp; Ajaran Wahabi adalah Bibit Radikalisme Dugaan Bantuan Dana Ketua GNPF MUI ke Suriah Diselidiki Polisi Dunia Editorial ekstrimis ekstrimisme embargo senjata bagi Arab Saudi Erdogan Gali Lubang Dia Sendiri Yang Akan Terperosok Eropa FATWA MUI Fatwa Ulama Wahabi Saudi tidak kredibel Fatwa Wahabi Filipina dan Malaysia Filipina Selatan Bakal Jadi 'Rumah Baru' Wahabi ISIS Fitna_Wahabi FPI Gus Mus Hakikat Wahabisme HANYA DOA KEBURUKAN BAGI WAHABI MATI YANG AKAN SAMPAI HANYA DOA KEBURUKAN BAGI WAHABI SALAFI MATI YANG AKAN SAMPAI harum Hikmah hikmah sehari-hari Hindu History Hizbi Wahabi berbahaya hti Humor Politik Idealitas ideologi intoleran ideologi radikal ideologi Takfiri Indonesia Info Menarik Inggris Inspiratif intoleran intoleransi Invasi Saudi ke Yaman Irak Iran Isis ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Afghanistan Isis telah mencuci otak ribuan anak-anak suku Ayzidi Islam cinta islam rahmat Ismail Amin Iwan yang Terkait Jaringan Wahabi Bom Thamrin Dihukum 2 Tahun Penjara Jerman Mewanti Ke Raja Wahabi Arab Saudi Jihad Nikah Jebakan Sesat Wahabisme Jonru Jurnalis AS Bongkar Kejahatan Saudi Wahabi di Kawasan Kajian Wahabi Kaum Wahabi = Salafi..??? Kedatangan Mufti al-Azhar merupakan hadiah terindah bagi Indonesia Kejati Kejumudan Akal Pondasi Maraknya Ideologi Takfiri Kekejaman ISIS Kekerasan dan Terorisme Produk Pemikiran Wahabi Saudi Kematian Mengintai dari Langit amp; Bawah Tanah di Yaman Kesalahan dan Kekalahan Strategis Wahabi Saudi di Yaman Kesehatan Ketakutan Gerindra Dengan Ditangkapnya Sejumlah Tokoh Terduga Makar Khilafah Khilafah; Fosil Kegagalan Romantisme Atasnama Demokrasi ala Islam Kitab Risalah Aswaja NU di rusak Wahabi Konspirasi Saudi-Israel Untuk Membantai Yaman Kristen Kuwait Kyai Said Aqil Tegaskan NU Tak Akan Diam Sikapi Islam Radikal Libanon Libya MABES POLRI AKAN TELUSURI ALIRAN DANA 100 MILIYAR UNTUK AKSI 411 mabok agama Malaysia Maroko Melalui Al Hijr Ayat 9 Panglima TNI Ingatkan Umat Bahwa Allah Yang Menjaga Al Qur'an Melawan_Lupa Memecah Persatuan Muslim Mendukung Terorisme Mengapa ISIS Tidak Perangi Israel? Mengapa Israel Terbakar? Mengerikan Teroris Majalengka Berhalauan Wahabi Salafi Punya Laboratorium Bikin Bahan Peledak dengan Kekuatan 3 kali daya ledak bom Bali Menilik Berbagai Aspek Kehadiran ISIS di Irak dan Suriah menjadi harum Mereka yang dituduh menista Agama dinyatakan Bebas Mesir Mewaspadai dan Mengenal Penyimpangan Ustadz Farid Ahmad Okbah Mufti Saudi: Wahabisme Harus Disebarkan di Seluruh Dunia Muhammad bin Abdul Wahhab Muhammad Rasulullah muhammadiyah Muhsin Labib MUI MUI. Nahdlatul Ulama Nasionalisme Nigeria Noam Chomsky: Terorisme Lahir dari Wahabisme NU NU Kecam Sikap Senator Australia Terkait Imigran Muslim NU Minta Pemerintah Lindungi Kebebasan Beragama Opini amp; Perspektif Opini/Perspektif Palestina Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang Untuk Menghormati Fidel Castro Pandangan Sunni Kontemporer tentang Wahabi Salafi Panglima TNI Pertanyakan Aksi Damai 2 Desember Panglima TNI: Jika Kalian Makar Maka Kami Siap Jihad Bela NKRI PBNU Minta Pemerintah Bubarkan Ormas yang Bertentangan dengan 4 Pilar Negara PBNU Minta Pemerintah Tegas Kepada Myanmar Perihal Rohingya Pedagang Asongan Agama Pejabat Publik Pembaharu? Pemurni? Ataukah Duri? Pembantaian Massal di Thaif oleh Wahabi Pemerintah Tengah Melakukan Pendataan Terkait Ormas Pengakuan Ulama Salafi atas Kekerasan Seksual di kalangan Pelajar di Saudi Penggunaan Medsos yang Bijak Harus Disertai Edukasi Pemerintah Penghayat Kepercayaan Perampokan dan Penaklukan Mekah dan Madinah oleh Wahabi Perancis Peringatan Asyura Politik politik kekuasaan Presiden Ajak Muslimat NU Jaga Keragaman Bangsa Presiden Filipina: Wahabi ISIS Ingin Bangun Kekhalifahan di Indonesia PROFESIONAL KACUNG radikal Radikalisasi Kampus Radikalisme radikalisme merusak negara dan agama. Basmi Radikalisme Refleksi Renungan Resensi Buku Ridwan Kholidi Rusia salafi Saleh Lapadi Sangsi Arab Saudi Santoso Dikabarkan Mati Sarapan Wahabi Sarapan Wahabi: Pemuda yang aktif main di Internet Saudi Sejarah Sosok Ibnu Taimiyah dan pemikirannya Spesial dari Nabi Agung Untuk Wahabi Salafi Sulaiman Djaya Sumanto Al Qurtuby Surat Protes Suriah Syaikh al-Azhar berkunjung syiah Syiah Sesat Takfiri Tauhid Rasa Wahabi Teologi penebar Intoleransi teroris terorisme Terorisme Belgia tersangka Testimoni Tiada Kompromi Bagi Teroris Tokoh Tokoh Aswaja toleransi Tony Cartalucci Tujuan Kehadiran Wahabi Turki ULAMA SENIOR WAHABI BOLEHKAN MAULID DAN TIDAK BID'AH. Umar Patek Uni Eropa USA Ust Abu Janda Al-Boliwudi Ustadz Wahabi ditolak Warga Dayak Video Video Darurat Wahabi wahabi Wahabi adalah rayap bagi NKRI yang berbhinnekaan Wahabi Buka Dulu Topengmu Wahabi ISIS dan Perbudakan Perempuan Wahabi mengira Qur'an ajarkan perang amp; kekerasan Wahabi Najd Firqah Neo Khawarij Akhir Zaman Yang Terpecah Belah Wahabi Ngaku Salafi Wahabi Salafi adalah buah cinta perselingkuhan Saudi dan Israel Wahabi Salafi Santoso Mati wahabisme Wahabisme di Indonesia walikota bogor dihukum wangi wangi dari surga. wangian surga Yaman Yayasan Satu Keadilan Zain oul Mottaqin Ahmed
false
ltr
item
manhaj salafi: Proyek Gelap Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Saudi
Proyek Gelap Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Saudi
https://daruratwahabi.com/wp-content/uploads/2016/02/Penjilat.jpg
manhaj salafi
https://www.manhajsalafi.com/2016/02/proyek-gelap-gubernur-jawa-barat-ahmad.html
https://www.manhajsalafi.com/
http://www.manhajsalafi.com/
http://www.manhajsalafi.com/2016/02/proyek-gelap-gubernur-jawa-barat-ahmad.html
true
554198534603770736
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy