Kejumudan Akal Pondasi Maraknya Ideologi Takfiri

Munculnya fenomena gerakan takfiri yang memiliki ideologi radikal, fanatik dan sadis di dunia yang menyerukan perdamaian, hidup berdampingan...


Munculnya fenomena gerakan takfiri yang memiliki ideologi radikal, fanatik dan sadis di dunia yang menyerukan perdamaian, hidup berdampingan dengan damai, kemajuan serta menyongsong masa depan merupakan fenomena yang mengenakkan serta tidak selaras dengan transformasi di dunia. Ini merupakan sebuah realita bahwa manusia secara fitrah mencari cahaya terang (hidayah) dan cenderung pada kebebasan serta persahabatan.





Lantas bagaimaan seseorang bisa terjerumus ke jurang kejumudan, fanatisme dan berubah menjadi sosok yang sadis serta tenggelam dalam kegelapan dan kesesatan serta pada akhirnya menorehkan kepedihan mendalam kepada masyarakat? Aksi sadis dan kejam kelompok takfiri di Irak dan Suriah semakin nyata. Kejahatan besar dan brutalitas kelompok ini membuat semua pihak merasa keheranan. Secara yakin dapat dikatakan bahwa kelompok teroris yang berwujud ISIS, al-Nusra, al-Qaeda dan Boko Haram tidak mengikuti satu mazhab pun dalam Islam. Kelompok-kelompok teroris ini mendapat kucuran dana dan bantuan dari Amerika Serikat, rezim Zionis Israel dan sejumlah negara yang berafiliasi dengan Washington. Kelompok teroris takfiri merupakan fenomena terburuk abad ini. Baca Juga: Tujuan Kehadiran Wahabi, Memecah Persatuan Muslim


Zaman terus berputar yang dibarengi dengan kemajuan teknologi bagi manusia. Dalam kondisi seperti ini tidak ada yang mampu menjegal kemajuan positif manusia di berbagai bidang dan hidup dengan cara-cara orang terdahulu. Tak dapat pula seseorang melakukan perjalanan jauh dengan kuda atau unta setelah ditemukannya pesawat terbang, kereta api dan mobil. Misalnya, dengan ditemukannya listrik yang merupakan nikmat besar dan kemudahan bagi kehidupan manusia, seseorang memilih hidup seperti orang terdahulu dengan menggunakan lilin, lampu dan mengumpulkan kayu bakar serta menyakini haram menggunakan listrik. Perilaku seperti ini sama halnya dengan fanatik, jumud dan keterbelakangan, di mana akan memberi dampak yang buruk bagi masyarakat.


Jumud (osifikasi) berarti statis, tidak berubah, kemunduran, anti budaya serta nilai-nilai kebenaran. Orang yang jumud akalnya, fanatik dan kolot adalah orang-orang yang tertinggal dari sisi ilmu, pemikiran, kecenderungan dan perilaku dari orang yang menggunakan akalnya. Dengan menutup pintu akal, mereka ini paling banyak merugikan dirinya sendiri dan kemudian merugikan masyarakat. Orang seperti ini bahkan tak segan-segan menyingkirkan sarana dan sumber pengetahuan. Akibatnya ia akan terkena penyakit hati yang keras serta siap untuk melakukan kejahatan paling sadis pun seperti memenggal kepala orang lain. Sama seperti kepicikan berpikir dan ideologi telah melahirkan sekte Wahabi, kini di dunia Islam, Wahabi dalam baju kelompok takfiri merupakan sumber kekerasan paling keji dalam masyarakat Muslim. Baca Juga: Wahabisme: Teologi penebar Intoleransi


Penggunaan kata tahajjur (kejumudan) dalam pemikiran Islam kembali pada istilah yang digunakan al-Quran. Dalam al-Quran, manusia yang jumud adalah mereka yang akal dan hatinya seperti batu yang keras dalam menolak kebenaran, mukjizat nyata Tuhan serta enggan mengikuti perintah Tuhan. Kebenaran tidak akan berpengaruh pada orang-orang seperti ini dan mereka akan tetap pada ideologi sesatnya.


Sementara itu dalam hadis disebutkan, ketika Rasulullah Saw menyeru kuam musyrik untuk menyembah Allah Yang Esa, mereka bersikap seperti kaum terdahulu yang fanatik, anti budaya baru dan jumud pemikirannya. Mereka berkata, “Sikap dan akidah kami seperti nenek moyang kami dan kami tidak akan pernah mengubahnya.” Oleh karena itu, mereka hanya mendengarkan nasehat dan peringatan Rasulullah tanpa mau mengikutinya, sama seperti kambing yang asik memakan rumput di tepi tebing yang terjal yang terkadang mendengarkan peringatan sang gembala, namun tidak memperhatikannya serta terus melanjutkan pekerjaannya.


Para sosiolog menilai fanatisme dan kejumudan akal bersumber dari kebodohan. Mereka meyakini bahwa orang-orang yang bodoh senantiasa terkungkung dalam lingkungan hidupnya serta menolak sesuatu yang baru dari luar. Orang seperti ini sangat berpengang teguh dengan keyakinan yang ia anut sejak kecil, meski keyakinan tersebut menyimpang, serta menolak selainnya. Bagi orang-orang yang fanatik dan jumud, sangat sulit untuk menerima pemikiran baru dan mereka tumbuh dalam keterkucilan. Oleh karena itu, kejumudan menolak pemikiran baru dan enggan berinteraksi dengan masyarakat atau sebuah pemikiran.


Untuk saat ini, di mana sains dan kemajuan yang berjalan cepat, sangat disayangkan kita masih menyaksikan orang-orang yang dikungkung oleh kebodohannya dan tumbuh dalam lingkungan kejumudan akal serta fanatisme. Mereka ini juga bergabung dalam kelompok takfiri yang aktif melakukan penjagalan manusia serta kejahatan sadis lainnya. Orang-orang seperti ini terpenjara oleh fanatisme yang tercampur dengan kemarahan. Mereka juga tidak pernah menggunakan karakter dan sifat-sifat manusiawinya.


Dalam riwayat Islam, fanatisme dibagi menjadi dua, baik dan buruk. Imam Ali as terkait fanatisme yang tidak pada tempatnya berkata, “Jika kalian harus fanatik maka fanatik tersebut harus didasari oleh akhlak yang mulia, perilaku dan perbuatan yang baik.” Dari riwayat ini jelas bahwa membela sebuah metode dan akhlak terpuji bukan fanatisme yang tercela, namun merupakan jalan untuk membentuk serta mendidik manusia ke arah kesempurnaan.


Di riwayat yang lain Imam Ali as menilai akar dari fanatisme tercela adalah sifat sombong. Dalam Islam disebutkan bahwa Iblis merupakan makhluk pertama yang menyuarakan kesombongannya. Terkait hal ini Imam Ali as berkata, “Iblis dihadapan Adam tertimpa fanatisme karena sombong akan asal penciptaannya dan tak segan-segan menghina Adam. Iblis berkata, Aku diciptakan dari api sedangkan kamu (Adam) dari tanah.”


Pengaruh kejumudan akal dan fanatisme yang paling dasar adalah menolak keimanan. Dalam sebuah hadis dari Imam Shadiq as disebutkan, “Mereka yang fanatik telah melepas keimanan dari dirinya.” Hal ini disebabkan orang yang fanatik tidak mampu melihat kebenaran dan menerimanya. Maka dikarenakan menolak keimanan, akan muncul penyelewengan dari kebenaran. Represi orang-orang kafir terhadap para nabi dan pemimpin agama biasanya muncul dari masalah seperti ini.


Efek lain kejumudan akal dan fanatisme buta adalah keterbelakangan dan kebodohan. Ketika akal seseorang tertutupi dan manusia tercegah untuk melakukan pengamatan yang benar, maka saat itu akan muncul sebuah masyarakat yang terbelakang dan terkucil. Masyarakat seperti ini juga membuka peluang bagi munculnya beragam penyelewengan dan kekerasan serta ekstrimisme.


Pengaruh lain dari fanatisme buta adalah munculnya perpecahan di masyarakat. Jika sebuah masyarakat terdiri dari individu atau kelompok yang menolak satu sama lain maka tidak akan pernah terwujud persatuan di masyarakat ini. Sama seperti saat ini kita saksikan kelompok takfiri di dunia Islam menjadi faktor perpecahan dan kekerasan di masyarakat Muslim. Bahkan kelompok ini tak mengenal belaskasihan kepada anak-anak dari kelompok yang bertentangan dengannya.


Oleh karena itu, saat ini kubu imperialis dunia memanfaatkan dengan baik kelompok fanatik dan kolot serta radikal yang mengatasnakaman Islam. Kubu imperialis merupakan pihak yang membentuk serta mendukung secara sembunyi-sembunyi kelompok takfiri, ekstrim dan fanatik di dunia Islam. Imperialis dunia melalui kelompok takfiri berupaya mengobarkan perpecahan di tengah tubuh umat Islam dan menebar pembunuhan. Bahkan kubu imperialis dunia tak segan-segan menebar fanatisme buta di antara berbagai kelompok dan etnis di dalam negeri negara-negara Islam guna menghancurkan persatuan nasional.


Kini di sejumlah masyarakat Muslim, ideologi fanatik dan jumud takfiri mulai menebar pengaruhnya. Oleh karena itu, sudah waktunya untuk memikirkan sumber dan akar dari dari idelogi takfiri yakni fanatisme buta, kejumudan akal dan kebodohan. Kembali kepada ajaran al-Quran dan tuntutan Rasulullah bagi umat Islam serta mengikuti Sunnah Nabi dan ahlul baitnya dapat menjadi solusi untuk lepas dari kejumudan akal, fanatisme jahiliyah serta pengaruhnya. Menurut pakar sosioal dan ulama, solusi terbaik memerangi karakter buruk fanatisme dan kejumudan akal serta jalan selamat dari bencana besar ini adalah upaya meningkatkan pengentahuan, keimanan, budaya dan ideologi umat serta mempertebal rasa toleransi terhadap keyakinan orang lain.(IRIB Indonesia)



loading...
loading...
loading...
Name

"Bunglonisme" Wahabi di Indonesia "Salafi" Merk Yang Diklaim Pedagang Asongan Wahabi [VIDEO] Dianggap sebagai Pentolan Provokator #DAES #Teroris Indonesia 10 WNI Awak Kapal disandera Abu Sayyaf Wahabi Salafi 1000 Militan Wahabi ISIS Tewas dan Sepertiga Mosul Dibebaskan Sejak Operasi Irak 15 Noktah Hitam Penganut Wahabi Salafi 3 Bakal Teroris Surabaya Berpaham Wahabi ISIS Ada 12 Yayasan Salafi–Wahabi Penebar Teror Ada Unsur Radikalisme Wahabi dalam Buku TK di Depok Afrika Agama Agama dan Aliran Agama Intoleransi Ahlusunnah Ahmad Dhani Dipecat dari Lesbumi NU Ajaran Wahabi Tidak Didukung Argumentasi Syariat dan Logika yang Kuat Aksi 212 Dalam Sorotan Media Asing Aksi Demo 4 November Digerakkan oleh Pentolan Wahabi Aksi Demo Berubah Menjadi Aksi Ibadah: Aparat Terlebih Dulu Menciduk Sejumlah Tokoh Diduga ProvokatorSehingga Aliran Sesat Wahabi dan Ulama Sunni Amerika Analisa Menarik Tentang Ditangkapnya Beberapa Tokoh Pergerakan Politik Terduga Makar Analisis anti toleransi Aqidah Artis Ashabul Fitnah dan Kehancuran Sebuah Bangsa Bahaya Laten Wahabi Yang didanai Langsung Arab Saudi Bangladesh Belanda Belanda Melarang Penggunaan Burka ala Wahabi Taliban BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? Berita Berkeliling Dunia Tanpa Kompas Kaum Wahabi Salafi Kebingungan Budha Cek Kosong Klaim Wahabi Saudi Sebagai Pemberantas Terorisme China dan Realitas Denny Siregar DIALOG ANTARA SYEIKH DR. RAMADHAN AL-BUTI DENGAN SYEIKH ALBANI Dialog Wahabi Membantah Allah Diduga 9 Provokator Kerusuhan Penjaringan adalah Anggota Wahabi ISIS Dina Y Sulaiman Doktrin amp; Ajaran Wahabi adalah Bibit Radikalisme Dugaan Bantuan Dana Ketua GNPF MUI ke Suriah Diselidiki Polisi Dunia Editorial embargo senjata bagi Arab Saudi Erdogan Gali Lubang Dia Sendiri Yang Akan Terperosok Eropa FATWA MUI Fatwa Ulama Wahabi Saudi tidak kredibel Fatwa Wahabi Filipina dan Malaysia Filipina Selatan Bakal Jadi 'Rumah Baru' Wahabi ISIS Fitna_Wahabi FPI Gus Mus Hakikat Wahabisme HANYA DOA KEBURUKAN BAGI WAHABI MATI YANG AKAN SAMPAI HANYA DOA KEBURUKAN BAGI WAHABI SALAFI MATI YANG AKAN SAMPAI Hikmah Hindu History Hizbi Wahabi berbahaya hti Humor Politik Idealitas Indonesia Info Menarik Inggris Inspiratif Invasi Saudi ke Yaman Irak Iran Isis ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Afghanistan Isis telah mencuci otak ribuan anak-anak suku Ayzidi Ismail Amin Iwan yang Terkait Jaringan Wahabi Bom Thamrin Dihukum 2 Tahun Penjara Jerman Mewanti Ke Raja Wahabi Arab Saudi Jihad Nikah Jebakan Sesat Wahabisme Jonru Jurnalis AS Bongkar Kejahatan Saudi Wahabi di Kawasan Kajian Wahabi Kaum Wahabi = Salafi..??? Kedatangan Mufti al-Azhar merupakan hadiah terindah bagi Indonesia Kejumudan Akal Pondasi Maraknya Ideologi Takfiri Kekejaman ISIS Kekerasan dan Terorisme Produk Pemikiran Wahabi Saudi Kematian Mengintai dari Langit amp; Bawah Tanah di Yaman Kesalahan dan Kekalahan Strategis Wahabi Saudi di Yaman Kesehatan Ketakutan Gerindra Dengan Ditangkapnya Sejumlah Tokoh Terduga Makar Khilafah Khilafah; Fosil Kegagalan Romantisme Atasnama Demokrasi ala Islam Kitab Risalah Aswaja NU di rusak Wahabi Konspirasi Saudi-Israel Untuk Membantai Yaman Kristen Kuwait Kyai Said Aqil Tegaskan NU Tak Akan Diam Sikapi Islam Radikal Libanon Libya MABES POLRI AKAN TELUSURI ALIRAN DANA 100 MILIYAR UNTUK AKSI 411 Malaysia Maroko Melalui Al Hijr Ayat 9 Panglima TNI Ingatkan Umat Bahwa Allah Yang Menjaga Al Qur'an Melawan_Lupa Memecah Persatuan Muslim Mendukung Terorisme Mengapa ISIS Tidak Perangi Israel? Mengapa Israel Terbakar? Mengerikan Teroris Majalengka Berhalauan Wahabi Salafi Punya Laboratorium Bikin Bahan Peledak dengan Kekuatan 3 kali daya ledak bom Bali Menilik Berbagai Aspek Kehadiran ISIS di Irak dan Suriah Mereka yang dituduh menista Agama dinyatakan Bebas Mesir Mewaspadai dan Mengenal Penyimpangan Ustadz Farid Ahmad Okbah Mufti Saudi: Wahabisme Harus Disebarkan di Seluruh Dunia Muhammad bin Abdul Wahhab muhammadiyah Muhsin Labib MUI Nahdlatul Ulama Nasionalisme Nigeria Noam Chomsky: Terorisme Lahir dari Wahabisme NU NU Kecam Sikap Senator Australia Terkait Imigran Muslim NU Minta Pemerintah Lindungi Kebebasan Beragama Opini amp; Perspektif Opini/Perspektif Palestina Palestina Kibarkan Bendera Setengah Tiang Untuk Menghormati Fidel Castro Pandangan Sunni Kontemporer tentang Wahabi Salafi Panglima TNI Pertanyakan Aksi Damai 2 Desember Panglima TNI: Jika Kalian Makar Maka Kami Siap Jihad Bela NKRI PBNU Minta Pemerintah Bubarkan Ormas yang Bertentangan dengan 4 Pilar Negara PBNU Minta Pemerintah Tegas Kepada Myanmar Perihal Rohingya Pedagang Asongan Agama Pejabat Publik Pembaharu? Pemurni? Ataukah Duri? Pembantaian Massal di Thaif oleh Wahabi Pemerintah Tengah Melakukan Pendataan Terkait Ormas Pengakuan Ulama Salafi atas Kekerasan Seksual di kalangan Pelajar di Saudi Penggunaan Medsos yang Bijak Harus Disertai Edukasi Pemerintah Penghayat Kepercayaan Perampokan dan Penaklukan Mekah dan Madinah oleh Wahabi Perancis Peringatan Asyura Politik Presiden Ajak Muslimat NU Jaga Keragaman Bangsa Presiden Filipina: Wahabi ISIS Ingin Bangun Kekhalifahan di Indonesia PROFESIONAL KACUNG Radikalisasi Kampus Radikalisme Refleksi Renungan Resensi Buku Ridwan Kholidi Rusia salafi Saleh Lapadi Sangsi Arab Saudi Santoso Dikabarkan Mati Sarapan Wahabi Sarapan Wahabi: Pemuda yang aktif main di Internet Saudi Sejarah Sosok Ibnu Taimiyah dan pemikirannya Spesial dari Nabi Agung Untuk Wahabi Salafi Sulaiman Djaya Sumanto Al Qurtuby Surat Protes Suriah Syaikh al-Azhar berkunjung syiah Syiah Sesat Tauhid Rasa Wahabi Teologi penebar Intoleransi terorisme Terorisme Belgia Testimoni Tiada Kompromi Bagi Teroris Tokoh Tokoh Aswaja Tony Cartalucci Tujuan Kehadiran Wahabi Turki ULAMA SENIOR WAHABI BOLEHKAN MAULID DAN TIDAK BID'AH. Umar Patek Uni Eropa USA Ust Abu Janda Al-Boliwudi Ustadz Wahabi ditolak Warga Dayak Video Video Darurat Wahabi wahabi Wahabi adalah rayap bagi NKRI yang berbhinnekaan Wahabi Buka Dulu Topengmu Wahabi ISIS dan Perbudakan Perempuan Wahabi mengira Qur'an ajarkan perang amp; kekerasan Wahabi Najd Firqah Neo Khawarij Akhir Zaman Yang Terpecah Belah Wahabi Ngaku Salafi Wahabi Salafi adalah buah cinta perselingkuhan Saudi dan Israel Wahabi Salafi Santoso Mati wahabisme Wahabisme di Indonesia walikota bogor dihukum Yaman Yayasan Satu Keadilan Zain oul Mottaqin Ahmed
false
ltr
item
manhajsalafi.com: Kejumudan Akal Pondasi Maraknya Ideologi Takfiri
Kejumudan Akal Pondasi Maraknya Ideologi Takfiri
manhajsalafi.com
https://www.manhajsalafi.com/2016/06/kejumudan-akal-pondasi-maraknya.html
https://www.manhajsalafi.com/
http://www.manhajsalafi.com/
http://www.manhajsalafi.com/2016/06/kejumudan-akal-pondasi-maraknya.html
true
554198534603770736
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy